Perbedaan Antara Umrah dan Haji yang Perlu Sahabat Ketahui!
Umrah dan haji adalah dua ibadah penting dalam agama Islam yang melibatkan perjalanan ke Tanah Suci Makkah. Meskipun keduanya berhubungan dengan kunjungan ke Masjidil Haram dan Ka’bah, ada perbedaan signifikan antara keduanya. Berikut adalah beberapa perbedaan utama yang harus Sahabat ketahui.
1. Waktu Pelaksanaan
Umrah dapat dilakukan kapan saja selama setahun, sedangkan haji hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada bulan Dzulhijjah. Haji dilaksanakan selama beberapa hari selama bulan Dzulhijjah, dimulai dari tanggal 8 hingga 12 atau 13 Dzulhijjah.
2. Wajib atau Sunnah
Umroh adalah ibadah yang sunnah, yang berarti bahwa melaksanakannya tidak diwajibkan, tetapi sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melakukannya. Sementara itu, haji adalah salah satu dari lima rukun Islam dan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.
3. Kegiatan yang Dilakukan
Kegiatan umrah terdiri dari tawaf (mengelilingi Ka’bah tujuh kali), sa’i (berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah), dan tahallul (memotong atau mencukur rambut). Kegiatan haji jauh lebih kompleks dan melibatkan tawaf, sa’i, lempar jumrah (melempar jumrah setan), wukuf di Arafah, dan berbagai ritual lainnya.
4. Niat dan Keadaan Ihram
Untuk umrah, seseorang harus membuat niat sebelum memasuki Miqat dan mengenakan pakaian ihram. Namun, seseorang dapat mengenakan ihram dari lokasi mana pun di luar Miqat jika melaksanakan haji. Niat haji juga harus dibuat sebelum memasuki Miqat.
5. Kompensasi atas Kekurangan
Jika seseorang melakukan umrah sebagai ganti dari haji yang tidak dilakukan pada waktunya, itu disebut sebagai “umrah qarinah”. Namun, tidak ada kompensasi yang dapat menggantikan haji yang terlewat, kecuali jika seseorang melakukan haji pada waktu berikutnya ketika ia mampu melakukannya.
Mengetahui perbedaan antara umrah dan haji penting untuk memahami pentingnya dan kewajiban masing-masing ibadah, serta untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Semoga penjelasan ini membantu Sahabat memahami perbedaan antara dua ibadah yang mulia ini.
.
.
Sumber Referensi:
Oleh-Oleh Setelah Umrah yang Cocok untuk Dibawa Pulang!
Sahabat Abusiraj. Ketika berangkat umrah, tentu saja selain bekal perjalanan yang dibawa ke tanah suci, kita juga harus mempunyai bekal pulang yang nanti akan kita berikan kepada keluarga dan saudara yang berada di kampung halaman. Nah, kira-kira bekal apa saja yang perlu kita siapkan? Berikut beberapa oleh-oleh rekomendasi Abusiraj untuk Sahabat semua.
Pertama, minyak wangi. Orang-orang arab memiliki wangi parfum yang khas. Aroma parfum mereka terbuat dari bunga-bunga atau bahan-bahan alami lainya seperti kasturi, rempah khusus dan lain sebagainya. Minyak wangi arab juga dapat membuat kita mengingat kembali suasana ketika kita berada di Mekkah. Oleh karena itu oleh-oleh minyak wangi rasanya wajib ada.
Kedua, souvenir umrah. Selain harganya yang terjangkau dan mudah dibawa kemanapun, souvenir khas Mekkah dan Madinah memiliki desain yang menarik seperti gantungan kunci berbentuk ka’bah, gelang dengan manik-manik khas daerah dan lain sebagainya.
Ketiga, henna khas arab. Bagi yang menyukai kuku berwarna, rasanya wajib membeli dan membawa pulang henna. Warna catik henna biasanya disukai anak muda yang suka berhias, dan ini menjadi oeh-oleh yang cocok untuk dibawa pulang.
Keempat, makanan atau kue khas Mekkah. Rasanya tidak sah jika hanya membawa bingkisan berupa barang saja tanpa makanan. Nah beberapa makanan atau kue berikut dapat menjadi oleh-oleh terbaik untuk kamu yang suka dengan kuliner.
- Cokelat Arab. Ciri khas cokelat arab terdapat pada bentuk dan rasanya.
- Maamoul. Maamoul adalah kue arab saudi yang terbuat dari semolina dan tepung terigu dengan isian kacang kenari dan lain-lain.
- Kacang-kacangan. Kacang arab memiliki rasa yang khas, kacang ini biasanya dijual di sekitar Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi.
Kelima, siwak atau miswak. Siwak atau Miswak sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi, Rasulullah sering menggunakan siwak dan hukum menggunakan siwak adalah sunah muakkadah atau dianjurkan oleh Rasulullah saw.
Keenam, madu khasmir. Madu khasmir adalah jenis madu yang memiliki banyak nutrisi dan berasal dari Himalaya. Biasanya penduduk arab mengkonsumsi madu ini sebagai pelengkap makanan.
Ketujuh, kurma dan air zam-zam. Kurma dan air zam-zam adalah oleh-oleh terfavorit jamaah, sebab kedua oleh-oleh ini bagus untuk kesehatan tubuh dan banyak ragam manfaat lainya yang bisa kita peroleh.
Itulah beberapa oleh-oleh khas Arab Saudi yang dapat kita jadikan pilihan untuk dibawa pulang. Semoga postingan ini membantu Sahabat sekalian mendapatkan pilihan terbaik.
.
.
Sumber Referensi:

