Jabal Uhud: Simbol Keimanan dan Saksi Bisu Peristiwa Bersejarah
AbuSiraj.com, Jabal Uhud: Simbol Keimanan dan Saksi Bisu Peristiwa Bersejarah – Jabal Uhud, terletak sekitar 5 kilometer di utara Madinah, Arab Saudi, adalah gunung yang memegang peranan penting dalam sejarah Islam. Dengan ketinggian sekitar 1.077 meter dan panjang sekitar 7 kilometer, Jabal Uhud menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah yang penuh makna bagi umat Muslim.
Nama “Uhud” berarti “penyendiri,” mencerminkan posisi gunung ini yang terpisah dari pegunungan lain di sekitarnya. Keistimewaan Jabal Uhud juga tercermin dalam sabda Rasulullah ﷺ: “Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga.”
Pada tahun 625 Masehi (3 Hijriah), Jabal Uhud menjadi lokasi pertempuran penting antara kaum Muslimin dan pasukan Quraisy Makkah, yang dikenal sebagai Perang Uhud. Pertempuran ini memberikan pelajaran berharga tentang ketaatan dan kesabaran, terutama terkait dengan perintah Rasulullah ﷺ kepada para pemanah yang ditempatkan di Bukit Ar-Rumah.
Di kaki Jabal Uhud terdapat makam para syuhada yang gugur dalam Perang Uhud, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah ﷺ. Tempat ini menjadi tujuan ziarah bagi umat Muslim yang ingin mengenang pengorbanan para pejuang Islam.
Selain nilai sejarah dan spiritualnya, Jabal Uhud menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Gunung ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik bagi para peziarah dan wisatawan yang berkunjung ke Madinah.
Jabal Uhud tidak hanya menjadi saksi peristiwa penting dalam sejarah Islam, tetapi juga simbol keimanan, pengorbanan, dan keindahan alam yang menginspirasi umat Muslim di seluruh dunia.
Masjid Abdullah Ibnu Abbas di Thaif : Makam Sahabat Nabi dan Jejak Perjuangan Islam
AbuSiraj.com, Masjid Abdullah Ibnu Abbas di Thaif : Makam Sahabat Nabi dan Jejak Perjuangan Islam –
Masjid Abdullah Ibnu Abbas, yang berlokasi di Thaif, Arab Saudi, merupakan salah satu situs bersejarah penting dalam Islam. Masjid ini didirikan pada tahun 592 Hijriyah dan dinamai berdasarkan kedekatannya dengan makam sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah Ibnu Abbas, yang dikenal sebagai seorang ulama besar.
Ibnu Abbas adalah keponakan serta sahabat Nabi yang memiliki wawasan luas dalam ilmu tafsir Al-Qur’an dan hadis. Keilmuannya yang mendalam membuatnya dijuluki sebagai “lautan ilmu.” Ia memilih untuk dimakamkan di Thaif sebagai bentuk kerendahan hati, dengan keyakinan bahwa kota suci seperti Mekkah dan Madinah hanya pantas bagi mereka yang benar-benar suci.

Keistimewaan Masjid Ini
- Makam Ibnu Abbas: Tempat peristirahatan sahabat Nabi ini menjadi daya tarik utama bagi para peziarah dan pengunjung. Hingga kini, Masjid Ibnu Abbas tetap menjadi salah satu destinasi utama di Thaif.
- Perpustakaan Islam: Masjid ini juga memiliki koleksi buku keislaman yang cukup lengkap, menjadikannya pusat pembelajaran bagi umat Muslim.
- Arsitektur yang Unik: Desainnya menyerupai benteng, memberikan karakter khas yang membedakannya dari masjid-masjid lainnya.
Kisah Menarik
Selain sebagai tempat peristirahatan Ibnu Abbas, masjid ini juga menyimpan berbagai kisah menarik. Salah satunya adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Thaif, di mana beliau menghadapi penolakan dari penduduk setempat. Kisah lainnya berkaitan dengan Addas, seorang pemuda Kristen yang menjadi Muslim pertama di bagian barat Thaif setelah memberikan minuman kepada Nabi Muhammad SAW.
Masjid Qu di Shareq Masnah
Tidak jauh dari Masjid Ibnu Abbas, terdapat Masjid Qu di Shareq Masnah, yang memiliki sejarah unik. Konon, tempat ini diyakini sebagai lokasi pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa. Namun, pemerintah Arab Saudi telah melarang aktivitas meminta berkah di lokasi ini untuk menghindari praktik yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Thaif: Kota Perjuangan Dakwah Nabi SAW
Thaif memainkan peran penting dalam perkembangan Islam. Kota ini pernah menjadi tempat perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW dan menyimpan banyak kisah heroik para sahabat. Selain Masjid Ibnu Abbas, Thaif memiliki berbagai situs bersejarah lainnya yang patut dikunjungi.
Masjid Abdullah Ibnu Abbas bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah perkembangan Islam. Bagi umat Muslim, masjid ini menjadi destinasi istimewa untuk menambah wawasan agama dan mengenang jasa para ulama terdahulu.
Sejarah Payung-Payung Raksasa di Masjid Nabawi dan Fungsinya yang Jarang Diketahui
ABUSIRAJ.COM, Sejarah Payung-Payung Raksasa di Masjid Nabawi dan Fungsinya yang Jarang Diketahui – Proyek pemasangan payung raksasa di Masjid Nabawi dimulai pada tahun 1992, sebagai bagian dari upaya perluasan dan peningkatan fasilitas masjid. Inisiatif ini diperkenalkan pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz. Pada tahap awal, beberapa payung dipasang untuk memberikan perlindungan tambahan bagi jamaah.
Pengembangan lebih lanjut terjadi pada era Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Pada tahun 2010, proyek besar-besaran diluncurkan dengan memasang 250 payung raksasa berteknologi canggih di seluruh pelataran masjid, menjadikannya salah satu sistem peneduh luar ruangan terbesar di dunia.
Payung raksasa di Masjid Nabawi dirancang oleh perusahaan teknik Jerman, SL Rasch GmbH, yang juga bertanggung jawab atas desain payung serupa di Masjidil Haram, Makkah. Desainnya menggabungkan teknologi modern dengan elemen seni Islam, menciptakan struktur yang indah sekaligus fungsional.
Setiap payung memiliki tinggi sekitar 25 meter saat terbuka penuh dan mampu melindungi area seluas 600 meter persegi. Material kain payung terbuat dari bahan yang sangat kuat dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
Fungsi utama payung raksasa ini adalah melindungi jamaah dari sinar matahari yang terik dan hujan, sehingga mereka dapat beribadah dengan lebih nyaman. Cuaca di Madinah yang panas, terutama saat mendekati bulan Ramadhan dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, membuat keberadaan payung ini sangat vital.
Selain itu, di pinggiran payung terdapat material berbentuk pita warna biru yang berfungsi menurunkan suhu di bawah payung hingga 8 derajat Celsius, menambah kenyamanan bagi jamaah.
Payung-payung ini dirancang untuk terbuka dan tertutup secara perlahan tanpa suara, membutuhkan waktu sekitar tiga menit untuk mencapai posisi penuh. Proses ini biasanya dilakukan setiap Subuh dan ditutup menjelang adzan Maghrib, menyesuaikan dengan intensitas sinar matahari dan kebutuhan jamaah.
Keindahan dan fungsi payung raksasa di Masjid Nabawi telah menginspirasi beberapa masjid di dunia, termasuk di Indonesia. Beberapa masjid yang mengadopsi desain serupa antara lain Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Muammar Qaddafy di Sentul, dan Masjid Raya Baiturrahman di Aceh.
Ketenangan di Lantai Atas Masjid Nabawi
ABUSIRAJ.COM, Ketenangan di Lantai Atas Masjid Nabawi – Masjid Nabawi, salah satu tempat suci paling dihormati umat Islam, memiliki keistimewaan tersendiri di setiap sudutnya. Banyak jamaah fokus pada Raudhah dan lantai utama untuk beribadah. Namun, lantai atas masjid menawarkan pengalaman yang tak kalah mendalam, tetapi sering terlewatkan. Di sini, ketenangan dan keindahan spiritual benar-benar terasa, jauh dari hiruk-pikuk di bawah.
Suasana yang Tenang dan Lapang
Lantai atas Masjid Nabawi memberikan suasana yang lebih tenang dibandingkan lantai utama. Dengan ruang yang luas dan angin sepoi-sepoi, jamaah dapat menikmati momen beribadah tanpa merasa terlalu padat. Terutama saat waktu-waktu shalat yang sibuk, lantai atas menjadi tempat alternatif yang nyaman.
Pemandangan Kota Madinah yang Memukau
Salah satu daya tarik utama dari lantai atas adalah pemandangan kota Madinah yang indah. Dari sini, jamaah dapat menyaksikan langit terbuka dan lampu-lampu kota yang gemerlap di malam hari. Pengalaman ini memberikan rasa damai yang berbeda, seolah-olah sedang berada lebih dekat dengan keagungan ciptaan Allah SWT.
Waktu Terbaik untuk Beribadah di Lantai Atas
Pagi hari dan menjelang malam adalah waktu yang paling direkomendasikan untuk beribadah di lantai atas. Suhu udara yang sejuk pada waktu-waktu ini menambah kenyamanan dalam beribadah. Ditambah lagi, suasana tenang membuat ibadah terasa lebih khusyuk.
Fasilitas yang Mendukung Jamaah
Masjid Nabawi telah dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk lift dan eskalator, untuk memudahkan jamaah mencapai lantai atas. Bahkan jamaah lansia atau yang memiliki keterbatasan fisik dapat dengan mudah mengaksesnya. Selain itu, area ini juga dilengkapi dengan karpet dan pencahayaan yang baik, menjadikannya tempat yang ideal untuk shalat atau membaca Al-Qur’an.
Kesempatan untuk Merenung Lebih Dalam
Bagi banyak jamaah, lantai atas menjadi tempat untuk merenung lebih dalam tentang kehidupan dan hubungan mereka dengan Allah. Jauh dari keramaian, lantai ini memberikan ruang untuk memikirkan doa-doa pribadi dan menghadirkan rasa syukur yang mendalam.
Beribadah di lantai atas juga memberikan pengalaman unik karena tidak semua jamaah memilih tempat ini. Hal ini menjadikan lantai atas sebagai area eksklusif yang penuh ketenangan, yang memungkinkan seseorang untuk fokus sepenuhnya pada ibadah. Bagi jamaah yang pernah merasakan ketenangan di lantai atas, mengajak keluarga atau teman untuk merasakan pengalaman ini dapat menjadi cara untuk berbagi kenikmatan spiritual yang berbeda. Lantai atas Masjid Nabawi bukan hanya tempat, tetapi juga pengalaman yang akan terus diingat.
Misteri Emosi Jamaah di Depan Ka’bah : Mengapa Air Mata Selalu Mengalir?
ABUSIRAJ.COM, Misteri Emosi Jamaah di Depan Ka’bah: Mengapa Air Mata Selalu Mengalir? – Pengalaman Pertama yang Menggetarkan
Melihat Ka’bah untuk pertama kalinya adalah pengalaman luar biasa bagi setiap Muslim. Ka’bah bukan hanya bangunan biasa, melainkan pusat spiritual yang menjadi arah shalat umat Islam di seluruh dunia. Bagi banyak orang, ini adalah momen yang ditunggu-tunggu sepanjang hidup, sehingga wajar jika tangisan haru mengiringinya.
Kedekatan dengan Allah SWT
Ka’bah adalah simbol kedekatan umat Muslim dengan Allah SWT. Ketika berada di depannya, banyak yang merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta, sebuah pengalaman spiritual yang sulit dijelaskan. Rasa syukur dan keagungan sering kali membuat air mata mengalir tanpa henti.
Simbol Doa yang Terkabul
Bagi sebagian orang, sampai ke Ka’bah adalah jawaban atas doa-doa yang panjang. Perjalanan yang tidak mudah, baik dari segi finansial maupun mental, menjadikan momen melihat Ka’bah sebagai puncak dari segala usaha. Tangisan menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah atas nikmat ini.

Refleksi Diri yang Mendalam
Di hadapan Ka’bah, banyak jamaah merenungkan perjalanan hidup mereka. Kesalahan masa lalu, dosa-dosa yang telah dilakukan, dan harapan akan ampunan Allah membuat suasana menjadi sangat emosional. Tangisan ini adalah bentuk penyesalan sekaligus harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Suasana yang Khusyuk
Lingkungan di sekitar Ka’bah selalu ramai dengan ibadah. Lantunan doa, dzikir, dan suara adzan menciptakan suasana sakral yang tidak tertandingi. Kombinasi ini membuat hati jamaah menjadi tenang sekaligus terharu.
Koneksi dengan Sejarah Islam
Ka’bah adalah bagian penting dari sejarah Islam. Dari Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad SAW, banyak peristiwa besar Islam yang terjadi di sekitar tempat ini. Mengingat perjuangan para nabi sering kali menambah rasa haru jamaah.
Rasa Persaudaraan Global
Saat melihat jamaah dari berbagai negara berkumpul di Ka’bah, banyak yang merasa takjub dengan persatuan umat Islam. Rasa kebersamaan ini memberikan energi positif dan membuat hati tersentuh. Hal ini menjadi pengingat bahwa umat Islam adalah satu tubuh.
Harapan dan Doa untuk Masa Depan
Momen di depan Ka’bah sering digunakan untuk memanjatkan doa-doa terbaik. Harapan untuk kehidupan yang lebih baik, kesehatan, dan keberkahan membuat hati penuh emosi. Keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut menjadi sumber kebahagiaan sekaligus air mata.
.
.
.
Sumber :
Merencanakan Umrah dalam Musim Ramadan? Berikut Kelebihan dan Tantangannya!
Melaksanakan umrah selama bulan Ramadan adalah impian banyak umat muslim, karena bulan ini dianggap sebagai waktu yang penuh berkah dan keberkahan. Namun, merencanakan umrah selama musim Ramadan juga memiliki kelebihan dan tantangannya sendiri. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
Kelebihan yang pertama ialah pahala yang lebih besar. Melakukan ibadah umrah selama bulan Ramadhan dikatakan memiliki pahala yang lebih besar dibandingkan dengan umrah yang dilakukan di waktu lain. Ini karena nilai ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan secara umum diperbesar, sehingga setiap amal kebajikan yang dilakukan selama umrah juga akan mendapatkan pahala yang lebih besar.
Kedua, suasana spiritual yang lebih khusyuk. Bulan Ramadan adalah bulan di mana umat Islam meningkatkan ibadah dan ketaatan mereka kepada Allah SWT. Suasana spiritual di Tanah Suci selama bulan Ramadan sangat khusyuk dan memotivasi jamaah umrah untuk lebih fokus pada ibadah dan meningkatkan hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT.
Ketiga, berdoa di bulan yang mulia. Menghabiskan waktu di Tanah Suci dan beribadah di bulan Ramadan memberikan kesempatan yang luar biasa untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Dengan suasana yang khusyuk dan penuh berkah, doa-doa yang dilakukan selama umrah di bulan Ramadan memiliki peluang yang lebih besar untuk dikabulkan.
Sedangkan tantangan pertama yaitu cuaca yang panas dan tidak terduga. Bulan Ramadhan sering kali jatuh pada musim panas di wilayah Arab Saudi, yang berarti suhu udara bisa sangat tinggi dan tidak terduga. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi jamaah umrah, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan cuaca panas.
Kedua, kepadatan jamaah yang lebih tinggi, karena bulan Ramadhan adalah waktu yang populer untuk melakukan umrah, maka biasanya ada peningkatan jumlah jamaah umrah yang datang ke Tanah Suci. Ini dapat menyebabkan kerumunan dan antrean yang lebih panjang di tempat-tempat suci, yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan kelancaran ibadah.
Ketiga, perubahan jadwal dan rutinitas harian. Selama bulan Ramadan, umat Islam berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, yang berarti ada perubahan besar dalam jadwal dan rutinitas harian. Ini dapat menjadi tantangan bagi jamaah umroh yang perlu menyesuaikan diri dengan waktu makan dan minum yang terbatas serta jadwal ibadah yang berbeda.
Meskipun merencanakan umrah dalam musim Ramadan memiliki tantangannya, namun kelebihan dan berkah yang diperoleh dari melakukan ibadah di bulan yang mulia ini jauh lebih besar. Dengan persiapan yang matang dan kesabaran yang kuat, pengalaman umrah selama bulan Ramadhan dapat menjadi pengalaman spiritual yang tak terlupakan dan membawa manfaat yang besar bagi jamaah.
.
.
Sumber Referensi:
Langkah Memilih Paket Umrah yang Tepat
Memilih paket umrah yang tepat adalah langkah penting dalam merencanakan perjalanan ke Tanah Suci. Berbagai agen perjalanan menawarkan berbagai jenis paket umrah dengan beragam harga dan fasilitas. Untuk memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan Sahabat, pertimbangkanlah beberapa hal berikut.
1. Tentukan Anggaran Sahabat
Langkah pertama dalam memilih paket umrah yang tepat adalah menentukan anggaran Sahabat. Tetapkan batas anggaran yang realistis berdasarkan kondisi keuangan Sahabat. Ini akan membantu Sahabat menyaring opsi paket umrah yang sesuai dengan kemampuan finansial Sahabat.
2. Periksa Fasilitas yang Ditawarkan
Setiap paket umrah mungkin menawarkan fasilitas yang berbeda, seperti tiket pesawat, akomodasi, transportasi lokal, makanan, dan ziarah ke tempat-tempat suci. Periksa dengan cermat fasilitas yang ditawarkan dalam setiap paket dan pastikan bahwa paket yang Sahabat pilih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Sahabat.
3. Perhatikan Kualitas Akomodasi
Akomodasi adalah salah satu faktor penting dalam menentukan kenyamanan perjalanan Sahabat. Periksa jenis akomodasi yang disediakan dalam paket umrah tersebut, apakah hotelnya berada dalam jarak yang dekat dengan Masjidil Haram, kualitasnya, serta fasilitas yang disediakan.
4. Perhatikan Rute Ziarah
Ziarah ke tempat-tempat suci di sekitar Makkah dan Madinah adalah bagian penting dari perjalanan umrah. Periksa rute ziarah yang disertakan dalam paket umrah tersebut, apakah tempat-tempat yang Sahabat inginkan untuk dikunjungi termasuk dalam rute tersebut.
5. Tinjau Reputasi Agen Perjalanan
Pilihlah agen perjalanan yang memiliki reputasi baik dan terpercaya dalam menyelenggarakan perjalanan umrah. Tinjau ulasan dan testimoni dari pelanggan sebelumnya untuk mendapatkan gambaran tentang kualitas layanan yang mereka berikan.
6. Konsultasikan dengan Orang yang Berpengalaman
Jika Sahabat belum pernah melakukan umrah sebelumnya, konsultasikanlah dengan orang-orang yang telah memiliki pengalaman dalam melakukan umroh. Mereka dapat memberikan saran dan tips berharga dalam memilih paket umrah yang tepat untuk Sahabat.
7. Pertimbangkan Waktu dan Durasi Perjalanan
Pertimbangkan waktu dan durasi perjalanan yang sesuai dengan jadwal Sahabat. Beberapa paket umrah mungkin menawarkan perjalanan selama beberapa hari, sementara yang lain mungkin lebih lama. Pilihlah paket yang sesuai dengan jadwal dan kebutuhan Sahabat.
Dengan mempertimbangkan semua faktor di atas, Sahabat dapat memilih paket umrah yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan anggaran. Pastikan untuk melakukan penelitian yang teliti dan memilih agen perjalanan yang dapat dipercaya untuk memastikan pengalaman umrah Sahabat berjalan dengan lancar dan berkesan. Abusiraj Travel dapat menjadi solusi yang tepat untuk memercayakan perjalanan umrah sahabat.
.
.
.
Sumber Referensi:
Perbedaan Antara Umrah dan Haji yang Perlu Sahabat Ketahui!
Umrah dan haji adalah dua ibadah penting dalam agama Islam yang melibatkan perjalanan ke Tanah Suci Makkah. Meskipun keduanya berhubungan dengan kunjungan ke Masjidil Haram dan Ka’bah, ada perbedaan signifikan antara keduanya. Berikut adalah beberapa perbedaan utama yang harus Sahabat ketahui.
1. Waktu Pelaksanaan
Umrah dapat dilakukan kapan saja selama setahun, sedangkan haji hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada bulan Dzulhijjah. Haji dilaksanakan selama beberapa hari selama bulan Dzulhijjah, dimulai dari tanggal 8 hingga 12 atau 13 Dzulhijjah.
2. Wajib atau Sunnah
Umroh adalah ibadah yang sunnah, yang berarti bahwa melaksanakannya tidak diwajibkan, tetapi sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melakukannya. Sementara itu, haji adalah salah satu dari lima rukun Islam dan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.
3. Kegiatan yang Dilakukan
Kegiatan umrah terdiri dari tawaf (mengelilingi Ka’bah tujuh kali), sa’i (berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah), dan tahallul (memotong atau mencukur rambut). Kegiatan haji jauh lebih kompleks dan melibatkan tawaf, sa’i, lempar jumrah (melempar jumrah setan), wukuf di Arafah, dan berbagai ritual lainnya.
4. Niat dan Keadaan Ihram
Untuk umrah, seseorang harus membuat niat sebelum memasuki Miqat dan mengenakan pakaian ihram. Namun, seseorang dapat mengenakan ihram dari lokasi mana pun di luar Miqat jika melaksanakan haji. Niat haji juga harus dibuat sebelum memasuki Miqat.
5. Kompensasi atas Kekurangan
Jika seseorang melakukan umrah sebagai ganti dari haji yang tidak dilakukan pada waktunya, itu disebut sebagai “umrah qarinah”. Namun, tidak ada kompensasi yang dapat menggantikan haji yang terlewat, kecuali jika seseorang melakukan haji pada waktu berikutnya ketika ia mampu melakukannya.
Mengetahui perbedaan antara umrah dan haji penting untuk memahami pentingnya dan kewajiban masing-masing ibadah, serta untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Semoga penjelasan ini membantu Sahabat memahami perbedaan antara dua ibadah yang mulia ini.
.
.
Sumber Referensi:
Tujuh Destinasi Spiritual yang Wajib Dikunjungi Selama Umroh
Perjalanan umrah bukan hanya tentang menunaikan ibadah, tetapi juga tentang mengunjungi tempat-tempat suci yang sarat akan makna spiritual. Berikut adalah tujuh destinasi spiritual yang harus Sahabat kunjungi selama umrah.
1. Masjidil Haram
Masjidil Haram adalah tempat suci yang paling penting bagi umat Islam, karena di dalamnya terdapat Ka’bah, arah kiblat umat Islam di seluruh dunia. Selama di Masjidil Haram, habiskan waktu Sahabat untuk melakukan shalat, berzikir, dan bertawaf di sekitar Ka’bah.
2. Bukit Shafa dan Marwah
Bukit Shafa dan Marwah adalah dua bukit yang menjadi bagian dari ibadah sa’i, yaitu berlari-lari kecil antara kedua bukit tersebut sebanyak tujuh kali. Saat melakukan sa’i, ingatlah kisah kesabaran Hajar yang mencari air untuk putranya, Isma’il, dan ambillah pelajaran dari ketekunan dan kepercayaannya kepada Allah SWT.
3. Jabal Nur
Jabal Nur adalah gunung di dekat Makkah yang terkenal karena Gua Hira, tempat di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT. Kunjungi gua ini dan ambillah kesempatan untuk merenungkan makna dan pesan dari wahyu pertama tersebut.
4. Jabal Rahmah
Jabal Rahmah adalah bukit di dekat Mina yang merupakan tempat di mana Adam dan Hawa bertemu kembali setelah terpisah di bumi. Tempat ini juga merupakan tempat di mana Nabi Ibrahim dan Isma’il membangun Ka’bah. Saat berada di Jabal Rahmah, luangkan waktu untuk berdoa dan memperkuat hubungan spiritual Sahabat dengan Allah SWT.
5. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim adalah tempat di Masjidil Haram yang memiliki jejak kaki Nabi Ibrahim. Menurut Al-Qur’an, Nabi Ibrahim membangun Ka’bah bersama putranya, Isma’il, dan jejak kakinya tertinggal di Maqam Ibrahim. Ketika Sahabat mengunjungi Maqam Ibrahim, ambillah kesempatan untuk merenungkan kebesaran Allah SWT dan kesetiaan Nabi Ibrahim terhadap-Nya.
6. Pasar Zakfariah
Pasar Zakfariah adalah pasar di Mekkah yang banyak menjual berbagai oleh-oleh untuk jamaah. Di pasar ini dijual berbagai hal dimulai dari makanan, pernak-pernik dan lain sebagainya.
7. Jannatul Baqi
Jannatul Baqi adalah pemakaman utama di Madinah. Di pemakaman ini banyak kerabat, keluarga dan sahabat nabi Muhammad yang turut dimakamkan.
Kunjungan ke destinasi spiritual ini tidak hanya akan meningkatkan pengalaman umrah Sahabat, tetapi juga akan memperdalam makna ibadah dan memperkuat hubungan spiritual Sahabat dengan Allah SWT. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan kedekatan dengan tempat-tempat suci ini selama perjalanan umrah.
.
.
Sumber Referensi:
Oleh-Oleh Setelah Umrah yang Cocok untuk Dibawa Pulang!
Sahabat Abusiraj. Ketika berangkat umrah, tentu saja selain bekal perjalanan yang dibawa ke tanah suci, kita juga harus mempunyai bekal pulang yang nanti akan kita berikan kepada keluarga dan saudara yang berada di kampung halaman. Nah, kira-kira bekal apa saja yang perlu kita siapkan? Berikut beberapa oleh-oleh rekomendasi Abusiraj untuk Sahabat semua.
Pertama, minyak wangi. Orang-orang arab memiliki wangi parfum yang khas. Aroma parfum mereka terbuat dari bunga-bunga atau bahan-bahan alami lainya seperti kasturi, rempah khusus dan lain sebagainya. Minyak wangi arab juga dapat membuat kita mengingat kembali suasana ketika kita berada di Mekkah. Oleh karena itu oleh-oleh minyak wangi rasanya wajib ada.
Kedua, souvenir umrah. Selain harganya yang terjangkau dan mudah dibawa kemanapun, souvenir khas Mekkah dan Madinah memiliki desain yang menarik seperti gantungan kunci berbentuk ka’bah, gelang dengan manik-manik khas daerah dan lain sebagainya.
Ketiga, henna khas arab. Bagi yang menyukai kuku berwarna, rasanya wajib membeli dan membawa pulang henna. Warna catik henna biasanya disukai anak muda yang suka berhias, dan ini menjadi oeh-oleh yang cocok untuk dibawa pulang.
Keempat, makanan atau kue khas Mekkah. Rasanya tidak sah jika hanya membawa bingkisan berupa barang saja tanpa makanan. Nah beberapa makanan atau kue berikut dapat menjadi oleh-oleh terbaik untuk kamu yang suka dengan kuliner.
- Cokelat Arab. Ciri khas cokelat arab terdapat pada bentuk dan rasanya.
- Maamoul. Maamoul adalah kue arab saudi yang terbuat dari semolina dan tepung terigu dengan isian kacang kenari dan lain-lain.
- Kacang-kacangan. Kacang arab memiliki rasa yang khas, kacang ini biasanya dijual di sekitar Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi.
Kelima, siwak atau miswak. Siwak atau Miswak sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi, Rasulullah sering menggunakan siwak dan hukum menggunakan siwak adalah sunah muakkadah atau dianjurkan oleh Rasulullah saw.
Keenam, madu khasmir. Madu khasmir adalah jenis madu yang memiliki banyak nutrisi dan berasal dari Himalaya. Biasanya penduduk arab mengkonsumsi madu ini sebagai pelengkap makanan.
Ketujuh, kurma dan air zam-zam. Kurma dan air zam-zam adalah oleh-oleh terfavorit jamaah, sebab kedua oleh-oleh ini bagus untuk kesehatan tubuh dan banyak ragam manfaat lainya yang bisa kita peroleh.
Itulah beberapa oleh-oleh khas Arab Saudi yang dapat kita jadikan pilihan untuk dibawa pulang. Semoga postingan ini membantu Sahabat sekalian mendapatkan pilihan terbaik.
.
.
Sumber Referensi:









