Abusiraj.com., Tradisi Pergantian Kiswah Ka’bah 2025 dan Prosesnya –
Tradisi Tahunan yang Sarat Makna
Setiap tahun, Ka’bah—pusat kiblat umat Islam—mengalami momen sakral: pergantian kiswah atau kain penutup Ka’bah. Di tahun 2025, pergantian kiswah dilakukan pada 1 Muharram 1447 H yang jatuh pada 25 Juni 2025.
Pergantian ini bukan sekadar mengganti kain. Ini adalah simbol pembaruan, penyucian, dan awal baru bagi umat Muslim, seiring dimulainya tahun baru Hijriyah.
Mengapa Kini Dilakukan Setiap 1 Muharram?
Dulu, kiswah diganti pada 9 Dzulhijjah, tepat saat puncak ibadah haji. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, Kerajaan Arab Saudi melalui keputusan Raja Salman menggeser momen tersebut ke 1 Muharram. Tujuannya adalah agar upacara ini menjadi bagian dari perayaan spiritual tahun baru Islam, serta memudahkan pelaksanaannya di luar masa sibuk haji.
Proses Pembuatan Kiswah yang Rumit dan Megah
Kiswah Ka’bah dibuat di Kompleks Raja Abdul Aziz di Makkah oleh lebih dari 150 pengrajin ahli. Kainnya terbuat dari sutra hitam, dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang disulam menggunakan benang emas dan perak.
Proses produksinya membutuhkan waktu hingga 10 bulan, mulai dari pewarnaan, penyulaman ayat, hingga penyusunan tiap potongan kiswah. Tak hanya indah, kiswah juga dirancang agar tahan terhadap angin dan panas ekstrem di Makkah.
Proses Penggantian yang Sakral
Upacara penggantian dimulai setelah salat Isya. Tim khusus dari Haramain (Masjidil Haram) secara bertahap melepas kiswah lama, lalu memasang kiswah baru di keempat sisi Ka’bah. Proses ini berlangsung semalaman dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia.
Kiswah lama kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan diberikan sebagai cendera mata kehormatan kepada tokoh-tokoh Islam dan pejabat dunia.
Sejarah Singkat Tradisi Kiswah
Tradisi mengganti kiswah telah berlangsung sejak zaman Nabi Ibrahim AS. Pada masa Rasulullah SAW, kiswah pertama berasal dari kain buatan Yaman. Seiring waktu, pemerintah Islam dari masa ke masa terus menyempurnakan kiswah sebagai bentuk penghormatan terhadap Baitullah.
Warna hitam khas kiswah mulai digunakan pada masa Abbasiyah dan bertahan hingga kini sebagai identitas utama.
Makna Mendalam bagi Umat Muslim
Pergantian kiswah bukan hanya ritual simbolik. Ia mencerminkan:
-
Kesucian dan pembaruan spiritual,
-
Penyambutan tahun baru Hijriyah,
-
Penghormatan tertinggi kepada rumah Allah, dan
-
Persatuan umat Islam dari seluruh dunia.